Jenis Valuasi Startup & Cara Menghitungnya
Mungkin di telinga kalian tidak gila lagi dengan ungkapan “Startup” atau diingatan kalian jikalau disebutkan kata startup eksklusif tertuju dengan kata gojek,tokopedia, bukalapak dll namun tidak tau apa arti sebenearnya dari perumpamaan startup.
Startup berasal dari kata Bahasa Inggris ialah memulai, bila diartikan secara perumpamaan yakni bisnis yang baru saja dirintis atau arti secara lengkapnya yaitu Perusahaan yang gres masuk atau masih berada pada fase pengembangan atau pengamatan untuk terus mendapatkan pasar maupun pengembangan produknya.

Jika dilihat di Indonesia sudah banyak perusahaan startup yang beroreintasi ke digital, hal ini merupakan permintaan perkembangan teknologi yang mewajibkan segala sesuatu serba digital, ibarat contohnya gojek, tokopedia dll.
Untuk memajukan perusahaan startup maka mereka perlu adanya penanam modal, tetapi untuk para penanam modal sendiri tidak asal memilih startup. Mereka perlu adanya analisis semoga dana yang mereka invest ke Investor memperlihatkan keuntungan kepada penanam modal itu sendiri. Untuk mengecek suatu startup pantas untuk didanai yakni dengan melihat valuasi dari suatu startup itu sendiri.
Apa itu Valuasi Startup?
Jika kalau dilihat dari kata “valuasi” adalah serapan dari kata bahasa inggris yang berarti nilai. Sehingga perumpamaan valuasi startup dapat diartikan yakni nilai ekonomi dari suatu bisnis gres. Valuasi bermaksud untuk mengukur nilai suatu investasi/bisnis, dengan pengukuran itu diharapkan dapat mengetahui nilai yang terkandung dalam suatu bisnis sehingga kita bisa melakukan langkah-langkah atau planning yang diharapkan atas nilai tersebut.
Jenis – Jenis Valuasi Startup
Ternyata ada berbagai jenis valuasi dan merupakan proses valuasi startup menjadi perusahaan besar yakni:
1. Cockroach
Dari yang terbawah yaitu cockroach yang artinya kecoa! Istilah ini disematkan untuk perusahaan yang gres dirintis, sehingga nilai valuasinya masih sedikit. Kenapa mampu dibilang COCKROACH untuk startup permulaan rintis?
Hal ini mengacu dengan kecoa itu sendiri yang mempunyai daya tahan hidup tinggi. Sehingga startup yang berada di level ini memang sedang ulet-giatnya untuk mempertahankan perusahaan dan mengenalkan startup-nya untuk menawan investor.
2. Ponies
Kuda poni yang mungil diartikan selaku startup yang mempunyai level valuasi sampai US$ 10 juta atau sekitar Rp140 miliar.
Pada fase ini suatu startup sudah bisa berbagi perusahaan miliknya dan terus berupaya meyakinkan penanam modal untuk menanamkan modal biar nilai valuasi startup makin membengkak.
3. Centaurs
Centaurs ialah makhluk mitologi yunani yang bebentuk tubuh manusia berkaki kuda yang dijadikan simbol level valuasi sebuah startup. Pada fase ini startup mempunyai nilai valuasi hingga US$ 100 juta atau setara dengan Rp1,4 triliun.
Pada tahap ini para penanam modal mulai percaya dengan startup ini bila perusahaan itu dianggap sustainable, maka akan kian menarik perhatian penanam modal besar untuk menanamkan modal di dalamnya.
4. Unicorn
Mungkin istilah ini sudah tidak aneh lagi di pendengaran kita, startup yang memiliki nilai valuasi hingga US$ 1 miliar atau setara dengan Rp14,1 triliun. Tentunya dengan menyandang status Unicorn menciptakan para penanam modal kian percaya untuk menanam modal, terlebih baru-gres ini adanya koordinasi antara Gojek dengan Tokopedia.
Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa startup digital yang dinamakan satrtup unicorn ibarat Gojek, tokpedia, Traveloka dan Bukalapak.
5. Decacorn
Ternyata di atas Unicorn masih ada lagi yang bernama Decacorn, yakni startup yang mempunyai valuasi hingga US$ 10 miliar atau setara dengan Rp140 triliun. Di Asia Tenggara startup yang sudah mencapai level ini yaitu Grab, tentu saja tak gila lagi dikarenakan pangsa pasar Grab telah ada di beberapa negara di Asia Tenggara bukan cuma di Indonesia saja.
6. Hectocorn
Puncak tertinggi dai value startup, tetapi berdasarkan saya ini bukan startup lagi namun perusahaan besar dunia. Perlu waktu usang meraih di level ini dengan nilai valuasi sebesar US$ 100 miliar atau sekitar Rp1.400 triliun seperti Google, Microsoft, Apple dll
Cara Menghitung Value Startup
Untuk mengkalkulasikan valuasi startup disini yakni perhitungan secara biasa menyerupai apda perusahaan pada umumnya. Mengutip dari situs web startupstudio bahwa perhitungan valuasi sendiri lazimnya dikerjakan dengan menimbang-nimbang beberapa hal. Beberapa komponen yang kerap diperhitungkan di antaranya yakni banyaknya modal yang digunakan, jumlah penanam modal, kekuatan produk yang dimiliki hingga dapat diandalkan founder.
Metode perhitungan valuasi sendiri ada banyak jenisnya. Namun untuk startup, metode yang biasa digunakan merupakan Metode Comparable Transaction. Metode ini menggunakan perhitungan dengan beberapa metrik menyerupai Gross Merchandise Value (GMV), total pendapatan, pemasukan bulanan yang sifatnya berulang dan jumlah pengguna aktif mingguan.
Maka dapat disimpulkan bahwa pentingnya mengenali value sebuah startup sebelum kita melaksanakan investasi. Semakin tinggi nilai valuasi startup maka para penanam modal kian percaya dengan perusahaan tersebut untuk mengurus dana penanam modal dan menyampaikan keuntungan besar.
Demikian jenis-jenis value startup dan cara menghitungnya, mudah-mudahan memperbesar berita buat anda.
Comments
Post a Comment